Positif!
November 17, 2008
Akhirnya, yang ditunggu datang juga!
Setelah harap-harap cemas selama 2 pekan terakhir, kepastian itu akhirnya saya peroleh. Tadi pagi, dua strip merah jambu muncul dengan manisnya. Awalnya, deg-degan juga. Strip yang kedua, strip yang peka terhadap adanya hormon HCG, muncul sangat samar. Setelah ditunggu selama 1-3 menit, sesuai manual, strip yang dinanti itu menjadi semakin jelas.
Sebenarnya, suami saya sangat yakin kalau ia sudah berhasil menghamili saya
. Pasalnya, beberapa tanda sudah muncul sangat dini sejak 3 pekan terakhir. Semakin lama, tanda-tanda itu semakin meyakinkan. Bahkan, ia sudah memberitahu sulung saya bahwa dalam perut saya sudah ada calon adik bayinya.
Saya sendiri memang merasakan adanya perubahan pada tubuh saya. Tetapi saya tak berani terlalu yakin dulu. Takut kecewa. Meskipun saya sudah mulai memperhatikan asupan makanan, baca-baca web tentang kehamilan dan berdoa khusus untuk si jabang bayi, sebagai persiapan menyambut kehamilan kedua ini.
Lagipula, dari yang pernah saya baca, tanda kehamilan pada minggu-minggu awal belumlah cukup meyakinkan.
Hmmm, mau tahu tanda apa yang saya rasakan pekan-pekan terakhir ini?
Here we go!
- Heartburn, atau rasa panas di ulu hati. Keanehan pertama yang saya rasakan adalah munculnya rasa panas di ulu hati. Rasa itu bisa muncul kapan saja, tapi terutama saat lapar atau setelah makan. Selain itu, saya merasa lambung saya menghasilkan lebih banyak gas. Seringkali saya tak bisa menahan diri untuk tidak bersendawa. Akibat gas yang berlebihan itu saya juga merasa sebah, mual dan kembung. Dan karena gejala-gejala itu, saya sempat ke dokter dan didiagnosa dyspepsia. Untunglah, obatnya baru saya minum 2 kali. Kemudian saya hentikan karena berpikir bahwa ada kemungkinan gejala yang saya rasakan adalah karena saya hamil.
- Pusing yang tidak biasa. Suatu siang, saya merasakan kepala saya berat dan mengantuk. Saya pikir, tidur siang sebentar di mushola bisa meringankan. Nyatanya, tidak! Bangun tidur, saya sampir jatuh di kamar mandi karena perasaan melayang dan hilang keseimbangan.
- Penciuman menjadi lebih peka. Pernah, saya marah-marah pada suami saya. Alasannya, menurut penciuman saya dia terlalu banyak menyemprotkan parfum pagi itu. Suami saya otomatis nggak terima karena merasa tidak menambah dosis semprotan parfumnya pagi itu.
- Rasa lelah dan mengantuk. Beberapa pekan terakhir saya jadi lebih cepat lelah dan mengantuk. Di atas jam 7 malam, pasti saya sudah teler berat. Mata ini rasanya diberi lem super. Walaupun, tetap saja saya tak bisa tenang memejamkan mata karena si sulung selalu sibuk mengajak saya bermain.
- Lebih cepat lapar. Kalau ini, sepertinya saya cuma cari pembenaran. Hehehe. Saya lebih cepat lapar, tapi tapi juga tak nyaman makan sekaligus banyak. Setiap 2-3 jam rasanya perut saya mulai panas minta diisi (sekarang sudah bertambah dengan rasa pahit di pangkal lidah). Tapi, kalau diisi terlalu banyak perut saya terasa sebah.
- Lebih sering ke belakang. Nah, yang satu ini suka bikin repot! Biasanya, sebelum pulang saya selalu buang air kecil. Sekarang, ritual itu tak cukup sekali. Kalau biasanya saya ke toilet lalu mematikan komputer dan langsung turun ke lantai dasar, sekarang ritualnya menjadi: ke toilet-matikan komputer-ke toilet (lagi)-turun ke lantai dasar.
Memang, masing-masing perempuan akan merasakan gejala kehamilan yang bervariasi. Saya sendiri masih takjub menyadari bagaiman tanda-tanda itu bisa muncul sedemikian cepat. Bahkan, sebelum saya terlambat haid.
November 27, 2008 at 8:19 am
horeeeeeeeee rasyad punya adeekkk!!! selamat ya yan…semoga sehat terussss! ayo terus diupdate blognya yak, biar gue belajar juga hehehe :p