Jamur di Musim Hujan
February 11, 2009
Sebenarnya, saya mau cerita tentang kaki Rasyad. Lho, apa hubungannya sama judul di atas? Hehehe, jelas ada hubungannya. Yang saya mau ceritakan memang jamur kulit yang nempel di kaki Rasyad. Trus, hubungannya sama musim hujan? Yaaa, kebetulan jamurnya muncul di musim hujan. Haha….
Begini ceritanya.
Kira-kira 1,5 bulan lalu Rasyad mulai suka menggaruk kaki kanannya. Tepatnya di daerah dekat mata kaki sebelah kiri di kaki kanan (bingung nggak?).
Awalnya saya kira dia digigit serangga. Tapi, kok makin lama makin melebar ya? Lalu kulitnya agak menebal dan kering. Hmmm, mungkin alergi. Begitu pikir saya. Saya coba kasih salep Hidrokortison 1%. Ternyata malah makin merah. Saya mulai curiga gatalnya karena jamur. Karena dari yang saya pernah baca, jamur memang makin subur kalau diberi kortikosteroid.
Daripada, tebak-tebak buah manggis, saya putuskan membawa Rasyad ke dokter kulit. Kebetulan, saya juga sudah waktunya kontrol kandungan. Setelah dilihat oleh Bu Dokter, diagnosisnya adalah alergi gigitan serangga. Obatnya: Prednison (kotikosteroid oral), Aerius (Desloratadine, antihistamin oral), Elocon (Mometasone furoat, kortikosteroid topikal). Wuiih, serem deh resepnya!
Saya pelajari satu per satu obatnya lewat internet. Rasanya saya kurang sreg. Tetapi oh tetapi, karena desakan ayahnya Rasyad untuk memberikan obatnya, pertahanan saya jebol juga. Akhirnya, saya berikan juga obat2 itu ke Rasyad. Prednison saya berikan 2 kali dengan dosis setengah dari yang dianjurkan dokter. Aerius saya berikan 1 minggu dengan dosis sesuai keterangan yang ada di dalam kemasan obat yang mana hanya setengah dosis yang dianjurkan dokter. Elocon saya oleskan selama 1 minggu, 1 kali sehari sesuai petunjuk pemakaian yang saya baca di medicastore. Hasilnya, nol besar. Bukannya membaik, lesinya makin lebar dan makin merah. Hiks!
Perjuangan belum selesai, Saudara-saudara! Saya dan suami masih penasaran. Kami putuskan untuk membawa Rasyad ke dokter kulit lain. Bu Dokter yang kedua ini kelihatan lebih teliti. Sampai-sampai ia menggunakan kaca pembesar untuk memeriksa kulit Rasyad. Dan diagnosisnya adalah….jreng jreeeng… Granuloma annulare. Waks, serem ya namanya! Penjelasan Bu Dokter saat itu lumayan panjang, tapi jelas kurang memuaskan buat saya. Beliau hanya mengatakan kalau granuloma adalah sejenis kelainan kulit yang penyebabnya belum bisa diidentifikasi. Penyembuhannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Dan untuk menegakkan diagnosisnya, kami diberi pengantar untuk melakukan biopsi kulit di RSCM-UI. Lalu, pulanglah kami dengan segudang tanda tanya.
Sampai di rumah, saya langsung browsing tentang Granuloma annulare dan biopsi kulit. Hasilnya membuat saya dan suami memutuskan untuk menunda biopsi. Kenapa? Ini informasi yang saya dapat seputar Granuloma annulare dan biopsi kulit:
Granuloma annulare:
- kelainan kulit yang muncul tanpa penyebab jelas
- tidak menular
- kebanyakan muncul pada anak-anak dan orang tua
- diagnosis terutama ditegakkan dari pemeriksaan klinis, biopsi dapat dilakukan sebagai penunjang (kenapa bu dokter itu ga bisa langsung menegakkan diagnosis ya? berarti dia ragu)
- prosedur penegakkan diagnosis umumnya dilakukan dengan terlebih dalu menyingkirkan kemungkinan infeksi jamur (kenapa langkah ini nggak dilakukan dulu? padahal saya berulang kali tanya kemungkinan infeksi jamur)
- dapat hilang sendiri tanpa terapi apa-apa dalam beberapa minggu sampai 2 tahun (hmmm, berarti nggak perlu tindakan apa-apa dong?)
- kebanyakan terapi dilakukan karena alasan kosmetis (karena letaknya di kaki, tentu kami tak punya alasan ini)
- terapi dilakukan dengan kortikosteroid, secara topikal, oral atau disuntikkan ke jaringan kulit (waaah, kortikosteroid lagi…sebisa mungkin dihindari deh!)
Biopsi kulit:
- memerlukan tindakan pembiusan lokal (Rasyad anak alergis, ada kemungkinan dia alrgi dengan obat bius yang dipakai)
- memerlukan tindakan penjahitan untuk menutup jaringan kulit yang diambil (ouch, membayangkan saja saya sudah tak tega!)
- memungkinkan terjadinya beberapa komplikasi setelah tindakan biopsi dilakukan seperti: pendarahan, bengkak, infeksi (ini juga yang saya takutkan, kalo ada infeksi sekunder malah jadi berabe)
- penyembuhan luka setelah biopsi memerlukan waktu 1-2 minggu (waduh…kasihan ya, sembuhnya lama)
Nah, menimbang informasi di atas dan untung ruginya melakukan biopsi, kami putuskan untuk menunda biopsi. Saya masih curiga kaki Rasyad terinfeksi jamur. Dan, suami saya datang dengan ide brilian
: 3rd opinion!
Akhirnya, seminggu kemudian kami bertiga ‘jalan-jalan’ lagi ke dokter kulit. Kali ini di rumah sakit yang berbeda. Tanpa berlama-lama, bu dokter ketiga yang kelihatan sudah senior ini tanpa ragu menegakkan diagnosis infeksi jamur. Nah!
Di buku catatan kesehatan Rasyad, doktern ini menuliskandiangosisnya: Tinea Corporis. Lalu, beliau meresepkan dua jenis salep: Lotriderm (Clotrimazole antijamur, Betamethasone kortikosteroid) untuk dipakai 1 minggu pertama; dan Lotremin (Clotrimazole antijamur) untuk satu minggu berikutnya. Karena obat pertama mengandung kortikosteroid, saya sengaja tidak berikan untuk Rasyad. Langsung ke obat nomor dua. Biarlah peradangan kulitnya agak lama hilang, yang penting bisa menghindari efek samping si kortikosteroid.
Selama minggu pertama terapi, perbaikannya tidak terlalu signifikan. Saya sempat ragu diagnosis dan obatnya cocok untuk penyakit Rasyad. Namun mengingat infeksi jamur memang membutuhkan terapi cukup lama, saya pun bersabar. Alhamdulillah, masuk ke minggu kedua perbaikannya mulai terlihat.
Fiuhhh, tenyata memang benar infeksi jamur! Saya sudah bisa bernapas lega. Tinggal bersabar seminggu lagi supaya si jamur tercabut sampai ke akar-akarnya. Akhirnya, daaahh jamur!
Hari Ini, 10 Minggu Usianya
December 16, 2008
Hari ini, tepat sepuluh minggu usia kehamilan saya. Ya, 10 minggu, dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Bingung?
Begini. Kehamilan sebenarnya dimulai saat ovulasi terjadi. Tepatnya, saat pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Tetapi, kita hampir tak bisa tahu dengan pasti kapan hal itu terjadi. Karenanya, dipakailah hari pertama periode menstruasi terakhir sebagai patokan menghitung usia kehamilan.
Jadi, kalau saat ini usia kehamilan saya 10 minggu, sebenarnya usia janin saya kurang dari itu. Mungkin sekitar 8 minggu.
Memasuki minggu kesepuluh ini, saya merasakan mual yang semakin bertambah. Frekuensi muntah juga meningkat. Nampaknya, saya belum melalui masa terburuk
. Memang, minggu kesebelas hingga ketiga belas adalah puncak rasa mual dan muntah pada kehamilan. Meskipun, pada beberapa kehamilan mual dan muntah dapat terjadi hingga menjelang persalinan. *semoga saya tidak mengalami itu*
Pada kehamilan kedua ini, saya merasakan lebih banyak keluhan dibanding dengan kehamilan pertama dulu. Dulu saya hampir tak pernah muntah. Nafsu makan juga sangat baik. Sekarang, saya bisa hampir tiap hari muntah. Beberapa hari terakhir ini, nafsu makan menurun seiring dengan bertambahnya rasa mual.
Tapi, hari ini saya senang. Tadi siang saya jalan ke Grand Indonesia karena ingin makan fish n chips. Pulangnya, saya mampir di Body Shop. Saya merasa perlu beli sabun yang aromanya nggak bikin saya tambah mual. Sabun yang saya pakai sekarang, produk baru dari C***on, adalah sabun khusus untuk ibu hamil. Ternyata saya tak nyaman dengan keharumannya yang menurut saya hidung saya terlalu tajam.
Nah, saya beruntung bisa ‘menemukan’ Cranberry Shower Gel. Kenapa beruntung? Pertama, produk ini seringnya baru muncul di season tertentu. Kedua, selain nggak bikin mual, ternyata aromanya menenangkan dan membuat rasa mual berkurang. Ajaib kan? Saya sampai takjub sendiri. Mudah-mudahan ini bertahan lama, bukan cuma efek sesaat.
Positif!
November 17, 2008
Akhirnya, yang ditunggu datang juga!
Setelah harap-harap cemas selama 2 pekan terakhir, kepastian itu akhirnya saya peroleh. Tadi pagi, dua strip merah jambu muncul dengan manisnya. Awalnya, deg-degan juga. Strip yang kedua, strip yang peka terhadap adanya hormon HCG, muncul sangat samar. Setelah ditunggu selama 1-3 menit, sesuai manual, strip yang dinanti itu menjadi semakin jelas.
Sebenarnya, suami saya sangat yakin kalau ia sudah berhasil menghamili saya
. Pasalnya, beberapa tanda sudah muncul sangat dini sejak 3 pekan terakhir. Semakin lama, tanda-tanda itu semakin meyakinkan. Bahkan, ia sudah memberitahu sulung saya bahwa dalam perut saya sudah ada calon adik bayinya.
Saya sendiri memang merasakan adanya perubahan pada tubuh saya. Tetapi saya tak berani terlalu yakin dulu. Takut kecewa. Meskipun saya sudah mulai memperhatikan asupan makanan, baca-baca web tentang kehamilan dan berdoa khusus untuk si jabang bayi, sebagai persiapan menyambut kehamilan kedua ini.
Lagipula, dari yang pernah saya baca, tanda kehamilan pada minggu-minggu awal belumlah cukup meyakinkan.
Hmmm, mau tahu tanda apa yang saya rasakan pekan-pekan terakhir ini?
Here we go!
- Heartburn, atau rasa panas di ulu hati. Keanehan pertama yang saya rasakan adalah munculnya rasa panas di ulu hati. Rasa itu bisa muncul kapan saja, tapi terutama saat lapar atau setelah makan. Selain itu, saya merasa lambung saya menghasilkan lebih banyak gas. Seringkali saya tak bisa menahan diri untuk tidak bersendawa. Akibat gas yang berlebihan itu saya juga merasa sebah, mual dan kembung. Dan karena gejala-gejala itu, saya sempat ke dokter dan didiagnosa dyspepsia. Untunglah, obatnya baru saya minum 2 kali. Kemudian saya hentikan karena berpikir bahwa ada kemungkinan gejala yang saya rasakan adalah karena saya hamil.
- Pusing yang tidak biasa. Suatu siang, saya merasakan kepala saya berat dan mengantuk. Saya pikir, tidur siang sebentar di mushola bisa meringankan. Nyatanya, tidak! Bangun tidur, saya sampir jatuh di kamar mandi karena perasaan melayang dan hilang keseimbangan.
- Penciuman menjadi lebih peka. Pernah, saya marah-marah pada suami saya. Alasannya, menurut penciuman saya dia terlalu banyak menyemprotkan parfum pagi itu. Suami saya otomatis nggak terima karena merasa tidak menambah dosis semprotan parfumnya pagi itu.
- Rasa lelah dan mengantuk. Beberapa pekan terakhir saya jadi lebih cepat lelah dan mengantuk. Di atas jam 7 malam, pasti saya sudah teler berat. Mata ini rasanya diberi lem super. Walaupun, tetap saja saya tak bisa tenang memejamkan mata karena si sulung selalu sibuk mengajak saya bermain.
- Lebih cepat lapar. Kalau ini, sepertinya saya cuma cari pembenaran. Hehehe. Saya lebih cepat lapar, tapi tapi juga tak nyaman makan sekaligus banyak. Setiap 2-3 jam rasanya perut saya mulai panas minta diisi (sekarang sudah bertambah dengan rasa pahit di pangkal lidah). Tapi, kalau diisi terlalu banyak perut saya terasa sebah.
- Lebih sering ke belakang. Nah, yang satu ini suka bikin repot! Biasanya, sebelum pulang saya selalu buang air kecil. Sekarang, ritual itu tak cukup sekali. Kalau biasanya saya ke toilet lalu mematikan komputer dan langsung turun ke lantai dasar, sekarang ritualnya menjadi: ke toilet-matikan komputer-ke toilet (lagi)-turun ke lantai dasar.
Memang, masing-masing perempuan akan merasakan gejala kehamilan yang bervariasi. Saya sendiri masih takjub menyadari bagaiman tanda-tanda itu bisa muncul sedemikian cepat. Bahkan, sebelum saya terlambat haid.
Penting untuk Orangtua atau Calon Orang tua!
November 6, 2008
Note:
Buat ortu dan calon ortu (yang sedang menanti anak atau menanti pasangan J) seminar kesehatan anak ini berharga banget buat diikuti. KAlo ngaku sayang anak, pasti ga bakal nolak ikutan ;P
Masalah waktu, bisa diatur lah! Kalo niat pasti bisa nyempetin. Acaranya kan cuma setengah hari, hari sabtu, 1xsebulan. Masak ga sempet sih?
Saran aja, idealnya ikutan berdua pasangan supaya tak terjadi ‘konflik’ di kemudian hari. Ga enak kan kalo anak lagi sakit malah berantem berdua *hiks, pengalaman pribadi nih!* Misalnya yang satu bilang ga usah kasih obat, yang satu keukeuh nyuruh ngasih obat. Padahal ayah dan bunda pasti sama sayangnya kan sama anak.
Nah, karena itu perlu pengetahuan yang memadai dan setara supaya tetap tenang dan rasional saat anak sakit.
Pokoknya HIGHLY RECOMMENDED untuk diikuti!
Buruan daftar ya, biar ga keabisan tempat. Kalo ga ikutan yang sekarang, baru ada lagi taun depan, lho!
******************
Ikut PESAT 9 Jakarta yuks!
*Sering panik karena menjadi Ibu/Bapak Baru?*
*Apa sih ASIX dan MPASI Homemade itu?*
*Masih suka was-was kalau penyakit langganan anak datang?*
*Cukup tidak Berat Badan si Kecil?*
*Bagaimana agar menjadi orang tua yang bijak?*
Di jaman yang serba konsumtif ini, termasuk industri kesehatannya, jangan
sampai anak menjadi korban ketidaktahuan kita. Kita seakan disudutkan oleh
berbagai informasi yang salah tentang bagaimana semestinya menangani
berbagai masalah kesehatan anak. Kalau bukan yang spesialis, obat paten dan
antibiotik, rasanya kita belum melakukan yang terbaik. Tetapi, apakah ini
benar? Menjadi konsumen kesehatan yang kritis, bijak dan cerdas
merupakan suatu
hal yang tidak dapat ditawar lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi?? YOP
(Yayasan Orang Tua Peduli) menawarkan solusi dengan menghadirkan kembali
seminar setengah hari Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua 9 di
Jakarta (PESAT 9 Jakarta).
Bersama dr. Purnamawati, SpAK, MMPed yang selalu membimbing para Smart
Parents dengan sepenuh hati dan didukung oleh WHO, kita diajak untuk mulai
mengenal pengetahuan yang menyeluruh tentang kesehatan anak.
*Adapun topik – topik kesehatan anak yg akan di bahas dalam PESAT 9 ini
adalah:
*
*Sesi I (Sabtu, 13 Desember 2008) Pukul 08.oo-13.oo WIB :*
* Topik 1 : Best Health Care
* Topik 2 : ASI + Menyusui
* Topik 3 : Tata Laksana Bayi Baru Lahir dan Kuning Pada Bayi Baru Lahir
*Sesi II (Sabtu, 10 Januari 2009) : ) Pukul 08.oo-13.oo WIB :*
* Topik 1 : MPASI
* Topik 2 : Menilai Pertumbuhan Anak
* Topik 3 : Imunisasi & Penyakit Yang Dapat Dicegahnya
*Sesi III (Sabtu, 07 Februari 2009) : ) Pukul 08.oo-13.oo WIB :*
* Topik 1 : Common Problem 1 (Diare,Muntah,Konstipasi)
* Topik 2 : Kegawatdaruratan pada Anak
* Topik 3 : Demam, Kejang Demam, Demam Berdarah
*
Sesi IV (Sabtu, 14 Maret 2009) : ) Pukul 08.oo-13.oo WIB :*
* Topik 1 : Common Problem 2 (Batuk, Pilek, Asma)
* Topik 2 : Seputar Kesehatan Gigi Anak
* Topik 3 : Menilai Perkembangan Anak
*Sesi V (Sabtu, 25 April 2009) : ) Pukul 08.oo-13.oo WIB :*
* Topik 1 : TBC pada Anak
* Topik 2 : Seputar Kesehatan Kulit Anak
* Topik 2 : RUD + Tata Laksana Penggunaan AB
**
*LOKASI SEMINAR*
*Intiland Tower (d/h Wisma Dharmala) lt. Basement, ruang Srikandi*
*Jl. Jend. Sudirman Kav. 32, Jakarta 10220***
* *
*PERSYARATAN dan TATA TERTIB*
Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan
berikut :
1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali emergency dan lepasan)
2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan
mengikuti kuis.
3. Tidak membawa anak-anak pada acara ini
4. Membawa bukti transfer pembayaran asli di sesi I (bagi peserta paket)
atau di sesi tertentu yang diikuti (bagi peserta lepasan).
5. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan/atau copy resep dokter anak
(tidak wajib bagi yg single/belum memiliki anak), diserahkan pada
waktu daftar ulang.
6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT di mulai dan/atau di
tengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.
7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis dieliminasi (bagi
peserta paket) dan tidak ada pengembalian biaya.
*BIAYA*
Keikutsertaan keseluruhan paket:
Peserta perorangan : Rp. 375.000,- per orang
Peserta pasangan/suami–istri: Rp. 550.000,- per pasangan
Keikutsertaan hanya per sesi acara:
Peserta lepasan : Rp. 80.000,- per sesi
** Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan
makalah, konsumsi (snack & makan siang) dan seminar kit.
*MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN*
*Media pendaftaran*
1. Daftar langsung melalui contact person berikut :
** Thia : 021.93492319
** Arie : 0813.86746556
** Novie : 0817.9184116
2. Melalui email ke pesat9@gmail.com dengan Subjek: Pendaftaran
Melengkapi data diri calon peserta :
Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
*Kepesertaan : *Paket Pasangan/Perorangan*
* *Lepasan (sesi berapa saja…)*
Note : pendaftaran melalui milis tidak dilayani.
Cara pembayaran bagi yang mendaftar melalui email:
1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
pesat9@gmail.com
2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke :
Rekening BCA Cabang Wisma Asia ; a/c. 084.427.4331; a/n.Ni Luh Evi
Noviantini
Rekening Mandiri ; a/c. 128.009.1010550 ; a/n. Ariasty Chahyani
3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Arie (0813.86746556) atau email ke
pesat9@gmail.com
dengan Subjek: *Konfirmasi Pembayaran.*
Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer
Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
nama lengkap calon peserta.
Mohon memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan waktu pendaftaran. Diluar
waktu dan contact person yang telah ditentukan di atas, semua pendaftaran
dan pembayaran dianggap tidak sah dan tidak diterima oleh panitia.
Pendaftaran akan ditutup tanggal 30 November 2008 atau setelah kuota peserta
terpenuhi .
Ayo……buruan daftar agar tidak kehabisan tempat!!!!
Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia pesat9@gmail.com atau contact person tersebut di atas.
*Acara ini didukung sepenuhnya oleh Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) dan PT
Intiland Development, Tbk*
Untuk info lebih detail mengenai Grup Sehat, YOP dan Pesat, dapat Anda baca
lebih lanjut di
www.sehatgroup.web.id
Salam SEHAT,
Panitia PESAT 9 Jakarta
His Name is Today
August 21, 2008
(Su Nombre es Hoy , by Gabriela Mistral)
- “We are guilty of many errors and many faults, but our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. Many of the things we need can wait. The child cannot. Right now is the time his bones are being formed, his blood is being made, and his senses are being developed. To him we cannot answer ‘Tomorrow,’ his name is today.”
This quote is taken from here.
